Ayo, Kenali dan Cegah Stunting Menuju Indonesia Sehat


Mendengar istilah Stunting mungkin masih terdengar sangat asing di telinga masyarakat di Indonesia. Dilansir dari website SehatNegeriku, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, M.Kes pernah menjelaskan sedikit mengenai apa itu stunting pada saat Kampanye Pencegahan Stunting itu Penting di Bunderan Hotel Indonesia, dan beliau pada saat itu menjawab.
Kerdil badan karena kekurangan gizi kronis, ini mengakibatkan otaknya juga kerdil. Artinya anak-anak itu jadi kurang pandai.
Dari penjelasan Menkes Nila ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Stunting ini merupakan sebuah penyakit yang membuat pertumbuhan seorang anak menjadi tehambat. Sangat disayangkan sekali karena penyakit ini menyerang anak-anak, buah hati kita yang kelak akan menjadi penerus bangsa Indonesia.
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Stunting ini bisa terjadi sejak janin masih berada di dalam kandungan dan baru bisa terlihat sejak anak tersebut berusia 2 Tahun. Kekurangan gizi ini bisa menyebabkan kematian bayi dan anak, dan bisa juga membuat penderitanya mudah sakit atau memiliki postur tubuh yang tidak maksimal pada saat dewasa.

Menurut data dari WHO, Indonesia sekarang menduduki peringkat Ke-5 dari seluruh dunia untuk jumlah anak yang menderita stunting. Stunting ini bukan hanya berdampak pada tinggi badan seorang anak, namun juga berdampak pada pertumbuhan otak seorang anak. Namun menurut Global Nutrition Report 2016, mencatat sebanyak 36,4% jumlah balita di Indonesia yang terkena Stunting.

Mendengarnya saja kita sudah membuat kita bergidik. Pasti kamu bertanya-tanya, sebenarnya apa sih penyebab stunting? bagaimana dampak yang ditimbulkannya? dan bagaimana cara pencegahan stunting? Nah, mari kita pelajari dan kenali penyakit Stunting untuk menuju Indonesia Sehat.



Faktor-Faktor Penyebab Stunting

1. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Normalnya seorang bayi lahir kedunia ini memiliki berat badan 2.500 gr hingga 4.000 gr. Nah, bayi yang dikatakan BBLR ini seperti apa sih?
Seorang bayi dikatakan BBLR ini, apabila berat badan seorang bayi kurang dari 2.500 gr. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) ini bisa disebabkan karena status gizi buruk pada sang ibu, kurangnya asupan gizi ibu saat kehamilan, dan juga bisa disebabkan oleh Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun.

2. Tidak Memperoleh ASI Eksklusif


ASI Eksklusif adalah pemberian ASI pertama pada seorang bayi sejak berusia nol bulan hingga usia 6 bulan tanpa melakukan tambahan makanan dan minuman termasuk air putih. 

ASI ini merupakan satu-satunya asupan makanan terbaik untuk si buah hati karena ASI banyak mengandung:
  • Zat Gizi yang sesuai untuk kebutuhan bayi.
  • Zat kekebalan tubuh (Imun) yang memberikan perlindungan dari berbagai penyakit.

3. Kurangnya Asupan Protein dan Energi

Faktor yang ketiga ini sangat berkaitan dengan faktor sebelumnya. Mengapa demikian? Karena seluruh asupan makanan bayi itu terkandung seluruhnya di dalam ASI Eksklusif. 

4. Tidak Melakukan Imunisasi

Imunisasi merupakan program untuk membentuk antibodi seorang anak agar mereka tidak mudah terserang berbagai infeksi penyakit. Imuniasi ini sangat penting untuk dilakukan setiap anak, karena imunisasi dapat mengurangi resiko penyakit pada anak dan juga mencegah kematian pada anak.


Apa Saja Dampak Dari Stunting?

Apabila seorang anak mengidap stunting, maka inilah dampak-dampak yang akan dialami oleh anak tersebut.
  • Perkembangan fisik seperti wajah, gigi dan otak anak akan terhambat.
  • Tanda Pubertas menjadi terhambat.
  • Meningkatkan resiko mengidap berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya.
  • Memiliki postur badan yang tidak sesuai dengan teman-teman seusianya.
  • Anak sangat sulit untuk berprestasi.
  • Pada saat usia 8 tahun-10 tahun anak akan menjadi pendiam dan tidak banyak melakukan eye contact
  • Bagi wanita, Saat dewasa ia akan memiliki resiko besar mengalami komplikaso saat proses persalinan.


Bagaimana Sih Cara Menghindari Stunting?


Bicara pencegahan Stunting, Bicarakan masa depan. - Jusuf Kalla
Menurut saya, perkataan dari bapak Jususf Kalla tadi sangat benar. Bagaimana tidak? apabila kita bicara tentang pencegahan stunting, otomatis juga membicarakan masalah masa depan. Hal ini dikarenakan, anak-anak merupakan penerus masa depan bangsa Indonesia. Bagaimana nasib bangsa Indonesia apabila generasi penerus bangsanya terkena stunting. Oleh karena itu, mulai dari sekarang pencegahan stunting harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat untuk menuju Indonesia Sehat dengan Generasi yang sehat pula tentunya.

Cara mencegah atau menghindari stunting yang paling penting dilakukan adalah saat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seorang anak, yaitu sejak anak berada di dalam janin hingga sang anak berusia 2 tahun. Ini hal-hal yang juga perlu kamu lakukan untuk menghindari seorang anak terkena stunting.
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
  • Berikan bayi ASI Eksklusif selama 6 bulan tanpa campuran apapun dan dilanjutkan dengan menambahkan makanan pendamping ASI saat anak berusia 2 tahun.
  • Bawa sang anak secara rutin ke dokter ataupun posyandu untuk mengukur tinggi dan berat badan sang anak.
  • Pastikan pula lingkungan disekitar kita bersih dan memiliki akses terhadap air yang bersih.
  • Pencegahan ini juga dapat dicapai apabila ibu hamil mengkonsumsi makanan-makanan dengan gizi seimbang terutama yang mengandung protein hewani. 
  • Bagi pasangan usia subur, disarankan untuk mengatur jarak kelahiran.



Penutup

Nah, itulah pembahasan kali ini mengenai Stunting yang terdiri dari, apa itu Stunting, faktor-faktor yang menjadi penyebab stunting, Resiko, dan pencegahan stunting yang perlu kita terapkan pada setiap anak agar anak tersebut tidak terkena Stunting yang akan berakibat buruk pada sang anak saat ini maupun nanti.

Apabila kamu mengetahui sang anak mengalami kondisi seperti yang telah dijelaskan tadi, maka segaralah untuk melakukan konsultasi pada dokter anak kamu, agar dapat teratasi.

Berlangganan Update Artikel Terbaru Via Email:

0 Response to "Ayo, Kenali dan Cegah Stunting Menuju Indonesia Sehat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel